16 Agustus 2006
Tasdik-Garut, Dinas Kesehatan Kab. Garut Jabar mengintruksikan seluruh Puskesmas di Kab. Garut mewaspadai gejala yang muncul dimasyarakat terkait ditemukannya penderita Flu burung di Kec. Cikelet Kab Garut, hal itu disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Kesehatan Kab. Garut Jabar, Dr. Hendi Budiman ia menegaskan bahwa saat ini Kab. Garut mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk Kasus Flu burung..
Umar yang dinyatakan positif mengidap flu burung hingga saat ini dilakukan perawatan dirumahnya karena hingga saat ini pihak Dinas Kesehatan Kab. Garut belum berhasil membujuk pihak keluarga Umar agar Umar dibawa dan dirawat di Ruangan Isolasi RSU Dr. Slamet Garut.
Adapun Suapect flu burung, AS hingga saat ini masih tergeletak di Ruangan Isolasi RSU Dr. Slamet Garut, menurut Dokter jaga memang kondisinya ada perubahan, sesak napasnya mulai hilang.
16 Agustus 2006
Tasdik-Garut, Setelah dilakukan perawatan sekitar 24 jam, AS warga Kp. Jojok Desa Cikelet Kec. Cikelet Kab. Garut Jabar, penderita Suspect flu burung akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 15.20 WIB. Beberapa saat yang lalu, AS merupakan penghuni ruangan Isolasi RSU Dr. Slamet Garut yang mulai masuk pada sore hari kemarin sekitar pukul 15.30 WIB, menurut kepala Pelayanan Medis RSU Dr. Slamet Garut/ Dr. Widjayanti, diakui kondisi klinis AS sejak masuk sore kemarin dalam kondisi kritis dengan suhu tubuh mencapai 39 derajat celcius/ pernapasannya sebanyak 60 kali permenit/ ia juga menderita paru-paru basah.
Sementara itu Widjayanti juga mengatakan bahwa kemungkinan AS menidap flu burung cukup besar karena jarak kampong tempat tinggal AS dengan Umar yang positif flu burung berdekatan, namun demikian untuk lebih meyakinkan positif atau tidaknya, menunggu hasil pemeriksaan darah yang dilakukan di Balai Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan RI.
Pendengar sebelum jenazah AS dikembalikan ke kampung halamannya pihak RSU Dr. Slamet Garut mengambil terlebih dahulu/ cairan paru-paru sebelah kanan, untuk diperiksakan di Balitbang Depkes RI.
16 Agustus 2006
Tasdi-Garut, Hari ini kembali masuk 1 orang warga yang diduga merupakan suspect Avian Influenza atas nama dengan inisial Is (5) warga Kp. Jojok Tipar Desa Cikelet Garut Jabar, hasil pemeriksaan sementara gelaja klinis yang dialami Is, mengalami panas tinggi mencapai 39,2 derajat celcius, sesak nafas, dengan prekwensi pernapasan 64 kali per menit, batuk dan sakit tenggorokan.
Menurut direktur RSU Dr. Slamet Garut, Dr. Yati Maryati, Is rencananya akan dirujuk ke RSHS Bandung mengingat kondisi kesehatan Is sudah sangat kritis.
Sementara itu belum diketahui secara pasti kapan Is mulai mengalami sakit hanya saja Is sempat kontak dengan unggas yang mati mendadak, Is sendiri tempat tinggalnya berjarak sekitar 100 meter dari rumah As yang terlebih dahulu dinyatakan suspect Avian Influenza dan meninggal pada sore kemarin.
16 Agustus 2006
Tasdik-Garut, Hari ini dinas Peternakan dan Dinas Kesehatan Kab. Garut melakukan pemusnahan sekitar 400 ekor unggas berasal dari 2 kampung yaitu Kp Jojok yang merupakan tempat tinggal As supect flu burung yang meninggal kemarin/ dan Kp. Ranca salak disekitar tempat tinggal Umar Poitif Flu Burung.
Bupati Garut Jabar, H. Agus Supriadi menyatakan bahwa untuk pemusnahan unggas tersebut, difokuskan untuk ke-2 kampung tersebut mengingat 2 orang warga terbukti merupakan suspect Avian Influenza dan satu diantaranya Positif.
Ia juga menyatakan bahwa Pemerintah Kab. Garut akan melakukan penggantian terhadap unggas yang dilakukan depopulasi atau pemusnahan, rencananya penggantian unggas tersebut seharga 10000 ribu rupiah tiap ekor unggas.
17 Agustus 2006
5 dari 9 kampung di Desa Cikelet Garut Jabar/ yang berdekatan dengan daerah dilaksanakan depopulasi terhadap 168 ekor unggas di Kp. Ranca salak/ hingga saat ini belum dilakukan vaksinasi dan penyemprotan desinfeksi Avian Influenza//
Padahal 2 dari 5 kampung tersebut merupakan tempat tinggal 3 orang yang diduga suspect Avian Influenza masing-masing Ai Siti Aminah/ Kp. Jojok/ yang meninggal 2 hari lalu/ dan Isma/ yang saat ini masih dirawat di RSHS Bandung/ serta Santi/Kp Sawah Bera yang juga tengah dirawat di RSHS Bandung//
Menurut Bupati Garut Jabar/ H. Agus Supriadi/ ke 5 kampung tersebut baru akan dilakukan depopulasi dan vaksinasi serta penyemprotan desinfektan pada hari Sabtu Jum’at besok/ mengingat hari ini HUT RI ke 61//
Berikut keterangan yang disampaikan Bupati Garut Jabar/ H. Agus Supriadi//
Insert//
Sementara itu Depopulasi yang telah dilaksanakan di Kp Ranca salak sebanyak 168 ekor unggas milik warga dan pelaksanaan vaksinasi dan penyemprotan desinfektan di 4 kampung lainnya//
17Agustus 2006
Malam ini RSU Dr. Slamet Garut kembali merujuk seorang pasien Suspect Avian Influenza atas nama Santi (8) warga Kp Sawah Bera Desa Cikelet Garut Jabar/ Santi mengalami demamtinggi 38,5 derajat celcius/ batuk-batuk/ dan sesak nafas dengan prekwensi pernapasan 40 kali per-menit/ menurut dokter jaga di Ruangan Isolasi RSU Dr. Slamet Garut/ Wawan Sumiarsa/ hasil pemeriksaan sementara gejala klinis Santi hamper sama dengan gejala yang dialami AI Siti Aminah yang meninggal beberapa hari lalu/ jarak tempat tinggal mereka hanya sekitar 100 meter// berikut keterangan yang disampaikan dokter jaga diruangan Isolasi/ Wawan Sumiarsa//
Insert//
Sementara itu menurut keluarga Santi/ ia mengalami sakit sekitar 25 hari yang lalu/ dan diakui bahwa disekitar kampong sawah bera pernah ada unggas yang mati mendadak/ bahkan dirumahnya sendiri unggas yang mati sebanyak 3 ekor//
18 Agutus 2006
Sekitar 3000 ekor unggas di Desa Cikelet Garut Jabar/ akan segera dimusnahkan/ hal tersebut dilakukan setelah sebelumnya ditemukan unggas milik warga yang positif Avian Influenza pada saat dilakukannya pemeriksaan terhadap sejumlah sample darah unggas//
Akibat penularan tersebut sedikitnya 6 orang warga suspect Avian Influenza/ 3 diantaranya Positif dan meninggal dunia/ 3 orang warga lainnya saat ini mendapat perawatan pihak rumah sakit//
Berdasarkan hasil survai yang dilakukan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kab. Garut Jabar/ tercatat sebanyak sekitar 3000 unggas dipelihara oleh warga// berikut keterangan yang disampaikan oleh Bupati Garut Jabar/ H. Agus Supriadi//
Insert//
Ke-3000 ekor unggas tersebut tersebar di 9 perkampungan di Desa Cikelet/ pemusnahan terhadap unggas yang telah dilakukan sebanyak 440 ekor/ dari 3000 yang ditargetkan/ adapun untuk vaksinasi dan penyemprotan desinfektan hingga hari ini baru tercatat dilakukan terhadap 580 ekor unggas/ dan saat ini pelaksanaan vaksinasi dan penyemprotan desinfeksi masih berlangsung disejumlah kampong yang diantaranya telah ditemukan unggas positif Avian Influenza//
Data terakhir yang kami peroleh dari RSU Dr. Slamet Garut/ pasien Suspect Avian Influenza tercatat 6 orang diantaranya masing-masing/ Misbah (20) warga Kp. Rancasalak meninggal Dunia ditempat tinggalnya sebelum mendapat perawatan/ Umar (17) warga Kp. Rancasalak ia saat ini mendapat perawatan irumah setelah keluarganya membawa pulang paksa dari rumah sakit/ Ai Siti aminah (9) warga Kp. Jojok dan Ny. Eusi Lina (35) warga Kp Pasir Gambir/ Desa Cigadog keduanya meninggal dunia di ruangan Isolasi/ sementara Ismawati (5) warga Kp Jojok Tipar dan Santi (6) warga Kp Sawah Bera/ keduanya saat ini masih mendapat perawatan di RSHS Bandung//
18 Agustus 2006
Hingga hari ini sekitar 1000 ekor unggas di Desa Cikelet Garut Jabar telah dimusnahkan atau dilakukan Depopulasi// Beberapa saat lalu yang disaksikan Bupati Garut Jabar/ sedikitnya telah dilakukan pemusnhan sekitar 315 ekor unggas dan 115 butir telur milik warga Kp. Jojok Cikelet Garut//
Menurut Bupati Garut Jabar/ H. Agus Supriadi seluruh unggas yang dilakukan Depopulasi akan diberikan konpensasi sebesar 12.500 rupiah/ setiap I ekor unggas//
Insert//
Sementara itu menurut Agus Supriadi/ dengan kejadian luar biasa (KLB) Suspect Flu Burung/ di Desa Cikelet/ pihaknya telah mengintruksikan seluruh Kecamatan di Kab. Garut untuk lebih mewaspadai munculnya Avian Influenza/ bukan hanya daerah-daerah yang semula mendapat prioritas pengawasan seperti Kec. Malangbong/ Limbangan dan Kec. Cibatu//
19 Agustus 2006
Kasus munculnya Avian Influenza di Desa Cikelet/ Kec. Cikelet Kab. Garut Jabar/ hingga saat ini masih teka-teki/ mengingat kondisi daerah tersebut merupakan daerah terisolir dengan jumlah populasi unggas yang relative sedikit// mencuatnya kasus tersebut setelah diketahui 2 orang fositip mengidap Flu 1 meninggal atas nama Ai siti Aminah/ dan Umar yang saat ini sudah mulai berangsur sembuh //
Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat/ Dr.H. Yudhi Prayuda/ pihaknya hingga saat ini masih melakukan penelitian sumber menyebaran Virus Avian Influenza di Desa Cikelet/ namun dugaan sementara Virus mematikan tersebut muncul dari unggas luar daerah yang masuk ke Desa Cikelet/ diperkirakan Virus tersebut menulai terhadap unggas di Cikelet sejak bulan Juni Lalu/ hal tersebut berdasarkan data bahwa pada bulan Juni banyak ditemukan unggas mati mendadak//
Berikut keterangan yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Propinsis Jabar/ Dr. H. Yudhi Prayuda//
Insert
Ia juga mengakui bahwa keterlambatan terdeteksinya penularan Virus Avian Influenza tersebut/ pihaknya sulit melakukan penelitian sumber penularan Virus/ sehingga berkembang biak//
Sementara itu untuk kasus Avian Influenza atau Flu burung di Kab. Garut / tercata 8 kasus/ 2 kasus Positif/ 5 kasus suspect/ dan 1 kasus negative// di Jawa Barat hingga saat ini tercatat 105 kasus/ 85 kasus merupakan Suspect dan tercatat 11 orang diantaranya meninggal dunia/ serta 20 Kasus Positif Avian Influenza/ terhitung 17 orang meninggal dunia//
20 Agustus 2006
Setelah ditemukannya sejumlah sample darah unggas di Desa Cikelet yang Positif Avian Influenza/ Sebagai langkah Pencegahan merebaknya Avian Influenza di Desa Cikelet Kab. Garut Jawa Barat/ Desa Cikelet akan dikosongkan dari jenis ternak unggas hingga tahun 2007/ yaitu melakukan Depopulasi terhadap seluruh unggas yang ada serta menutup masuknya unggas dari luar Desa Cikelet/ demikian disampaikan Bupati Garut Jawa Barat/ H. Agus Supriadi//
Menururnya pihak pemerintah Kab. Garut/ akan mengganti jenis ternak warga Desa Cikelet dengan ternak domba//
Berikut keterangan yang disampakan Bupati Garut/ Jabar/ H. Agus Supriadi//
Insert
Sementara itu kondisi daerah Desa Cikelet sangat memungkinkan untuk dilakukan penutupan lalulintas keluar masuk unggas/ mengingat daerahnya termasuk daerah terisolir/ jarak tempuh dari ibu kota kecamatan Cikelet sejauh 10 KM/ dengan kondisi jalan curam dan memprihatinkan/ untuk menuju lokasi perkampungan bisa dilakukan dengan mengendarai sepeda motor atau dengan kendaraan roda empat khusus yang biasa dipergunakan naik gunung/ dengan waktu tempuh antara 2 hingga 3 jam//
Warga sendiri pada saat membawa fasien Suspect Flu burung / dengan cara digotong mempergunakan tandu/ dengan waktu tempuh 4 sampai dengan 5 jam/ hingga Ibu kota Kecamatan Cikelet//
20 Agustus 2006
Ruangan Isolasi RSU Dr. Slamet Garut mampu merawat maksimal 3 Paieun Suspect Avian Influenza atau Flu Burung dan hingga hari ini 2 orang pasien Suspect Flu burung masih dirawat/ diantaranya masing-masing/ Risma (4) warga Kp Pasir Meja dan Yana(50) Warga Kp.Rancasalak Desa Cikelet Kec. Cikelet Kab. Garut Jawa Barat//
Menurut Humas RSU Dr. Slamet Garut/ Yogi Prayogi/ pihaknya masih bisa menerima 1 pasien Saspect Plu burung/ jika terus berdatangan / pihak rumah Sakit Umum Dr. Slamet Garut akan segera merujuk Pasien yang kondisinya cukup parah ke RSHS Bandung/ mengingat pelaralatan kesehatan yang ada masih mengalami keterbatasan terkecuali obat-obatan serta pakaian khusus bagi dokter yang menangani Pasien masih memadai//
Berikut keterangan yang disampaikan humas RSU Dr. Slamet Garut/ Yogi Prayogi//
Insert
Sementara itu hingga Minggu Hari ini/ hari ke 12 paska dinyatakan Positif Avian Influenza/ atas nama Umar/ pihak RSU Dr. Slamet Garut telah merawat dan merujuk sebanyak 8 Pasien/ diantaranya Umar (14) yang sempat dirawat selama 2 hari dan akhirnya pulang paksa / Ai Siti aminah (9) yang dirawat selama 1X24 jam yang akhirnya meninggal dunia// Selanjutnya Ismayanti (5) dan Santi (8) / Kuraesin (35)/setalah dirawat beberapa saat kemudian dirujuk ke RSHS Bandung/ Euis Lina (35) warga Desa Cigadog Kec. Cekelet / meninggal pada saat dilakukan perawatan dan 2 pasien yang hingga saat ini masih dirawat atas nama Risma dan Yana//
Sementara itu untuk jumlah keseluruhan warga Desa cikelet dan Cigadog Kec. Cikelet masih simpang siur/ berdasarkan data yang kami peroleh jumlah Suspec dan Positif Avian influenza atau Flu burung mencapai 12 orang/ 8 orang sempat dirawat di RSU dr. Slamet Garut/ dan sisanya empat orang lainnya/ 2 diantaranya atas nama Ai Rohimah (10) warga Kp. Jojok dan Memen (60) warga Kp. Cibeunter hingga saat ini masih dirawat oleh tim pos Simpatik penanganan Flu burung di Puskesmas Cikelet/ sementar itu Misbah(20) warga Kp. Rancasalak di Kabarkan meninggal dunia di Rumah pada tanggal 1 Agustus yang lalu/ serta satu orang pasien lainnya Robiah (13) hingga saat ini belum jelas keberadaannya/ Dinas Kesehatan Kab. Garut hingga hari ini belum memberikan ketarangan resmi jumlah sementara Warga Kec. Cikelet yang diduga terjangkit Virus Flu Burung//
20 Agustus 2006
Umumnya Warga Desa Cikelet Kec. Cikelet Kab. Garut Jawa Barat merasa ketakutan setelah mengetahui bahwa penyakit yang diderita oleh sejumlah warga ternyata diduga merupakan Avian Influeza atau flu burung yang berbahaya/ mereka menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerinta Kab. Garut menangani kasus tersebut//
Ketua Kampung Tipar Desa Cikelet/ Kec. Cikelet Kab. Garut Jawa Barat/ Udin Sahudin mengatakan disamping merasa ketakutan dan was-was / diantara warga muncul harapan agar Desanya mendapatkan perhatian Pemerintah Kab. Garut karena selama ini diakui mereka perhatian pemerintah daerah sangat kurang//
Berikut pernyataan yang disampaikan oleh Ketua Kampung Tipar/ Udin Sahudin//
Insert
Sementara itu untuk pelaksaan Depopulasi sebagai upaya pencegahan merebaknya Virus Flu burung di Desa Cikelet/ warga menyambut cukup baik terlebih ada penggantian tiap ekor unggas sebesar 12.500 rupiah/ namun untuk rencana penggantian peternakan mereka dari semula unggas menjadi domba / dikatakan Udin Samsudin pihaknya akan melakukan musyawarah terlebih dahulu//
21 Agustus 2006
13 hari paska ditemukannya Avian Influenza atau Virus Flu Burung di Desa Cikelet Kec. Cikelet Kab. Garut Jabar / diduga Avian Influenza yang muncul di Cikelet merupakan Cluster baru yaitu penularannya antar manusia //
Menanggapi hal tersebut / Bupati Garut Jawa Barat/ H. Agus Supriadi mengatakan pihaknya hingga saat ini belum mendapatkan Informasi adanya Cluster baru / baik dari Dirjen Penyakit Menular Departermen Kesehatam RI/ Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat/ dan dinas Kesehatan Kab. Garut /hingga saat ini masih melakukan penelitian di sejumlah Kampung dimana ditemukannya warga tertular Positif Avian Influenza//
Bupati Garut / H. Agus Supriadi/ menegaskan hingga saat ini berdasarkan pemeriksaan sementara hasilnya masih negative// berikut keterangan yang disampaikan Bupati Garut Jawa Barat /H. Agus Supriadi//
Insert
Ia juga menjelaskan jika memang Cluster baru tersebut ada/ maka pihaknya akan melakukan koordiansi dengan pemerinta pusat dalam melakukan upaya pencegahannya dan bukan merupakan tanggung jawa Pemerintah daerah saja/ akan tetapi bersama-sama dengan Pemerintahan Pusat//
Sementara itu jumlah suspect Flu burung di desa Cikelet Garut jawa barat hingga hari ini belum bertambah jumlahnya data dari RSU Dr. Slamet Garut sebanyak 9 orang/ 2 orang dinyarakan Positif / keduanya meninggal dunia di ruangan Isolasi RSU Dr. Slamet Garut/ masing-masing Ai Siti Aminah dan Euis Lina// sementara itu Umar yang sebelumnya dinyatakan Poitif ternyata hasil pemerinksaan terakhir hasilnya negative//
21 Agustus 2006
Jumlah suspect Avian Influenza di Desa Cikelet Garut Jawa Barat/ masih akan bertambah/ hingga hari ini jumlah suspect Avian Influenza mencapai 12 orang/ 3 diantaranya positif / pernyataan suspect Avian Influenza itu sendiri ditujukan bagi warga yang mengalami gejala sakit saluran pernapasan akut seperti influenza dan memiliki riwayat pernah melakukan kontak langsung dengan unggas yang mati mendadak/ hal itu disampaikan Dirjen Pengendalian Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan / I Nyoman Kandun//
Menurutnya sebagai bentuk penangan suspect Avian Influenza di Desa Cikelet/ pihaknya telah mengirimkan tamiflu sebanyak 13000 butir dan sebelumnya telah didistribusikan 2200 butir dan akan dikirim kembali sebanyak 4000 butir/ totalnya mencapai sekitar 19.000 butir lebih / hasil penelitian sementara Virus Avian Infleunza di Desa Cikelet bukan merupakan Cluster baru yang menular anatar manusia ke manusia//
Berikut keterangan yang disampaikan kan Dirjen Pengendalian Penyakit menular dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan / I Nyoman Kandun//
Insert//
Sementara itu terkait dengan pemulasaraan terhadap 3 orang warga yang tertular Avian Influenza yang dilakukan oleh pihak keluarga dengan cara dibuka kembali setelah sebelumnya dikemas oleh pihak rumah sakit/ menurut I Nyoman Kandun pihaknya akan terus melakukan sosialisasi/ masih beruntung hingga saat ini belum ada penularan Avian Influenza antara manusia ke manusia//
saeful